Strategi Penyuluhan Pra-Nikah Berbasis Komunitas : Membangun Generasi Remaja Sadar Kesehatan Reproduksi

Authors

  • Ni Luh Cica Kusumadewi STIKES Advaita Medika Tabanan

DOI:

https://doi.org/10.54107/abdimahosada.v4i1.446

Abstract

Abstrak

Masa remaja merupakan periode rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi, termasuk perilaku seksual pranikah, infeksi menular seksual (IMS) dan kehamilan tidak diinginkan yang memberikan dampak medis, psikologis dan sosial ekonomi signifikan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan penyuluhan kesehatan reproduksi pra-nikah pada remaja calon pengantin, khususnya terkait peningkatan pengetahuan tentang perubahan fisik dan psikologis remaja, risiko perilaku seksual pranikah dan kehamilan remaja, cara menjaga kesehatan reproduksi dan perilaku sehat pra-nikah. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Penebel, Tabanan dengan melibatkan 35 orang peserta. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan edukatif partisipatif menggunakan media presentasi powerpoint, pre-post test, diskusi dan tanya jawab kepada remaja usia 15–24 tahun. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang persiapan pra-nikah dan kesehatan reproduksi pada remaja kegiatan penyuluhan berhasil menyediakan ruang belajar yang aman bagi remaja untuk memahami isu kesehatan reproduksi, dibuktikan dengan partisipasi aktif dan respons positif peserta. Pengabdian ini berkontribusi pada upaya pencegahan kehamilan remaja dan pernikahan dini, serta mendukung perilaku sehat pra-nikah sesuai rekomendasi regulasi nasional Indonesia.

Kata kunci: pencegahan kehamilan, penyuluhan kesehatan reproduksi, perilaku sehat, remaja calon pengantin, seks pranikah

Abstract

Adolescence is a vulnerable period for reproductive health issues, including premarital sexual behavior, sexually transmitted infections (STIs), and unwanted pregnancies, which have significant medical, psychological, and socioeconomic impacts. This community service program aims to provide premarital reproductive health education to prospective young couples, specifically related to increasing knowledge about physical and psychological changes in adolescents, the risks of premarital sexual behavior and teenage pregnancy, how to maintain reproductive health, and healthy premarital behaviors. This activity was conducted in Penebel District, Tabanan, involving 35 participants. The method used was health education with a participatory educational approach using PowerPoint presentations, pre- and post-tests, discussions, and questions and answers for adolescents aged 15–24. The results showed an increase in participants' knowledge about premarital preparation and reproductive health. The education program successfully provided a safe learning space for adolescents to understand reproductive health issues, as evidenced by the participants' active participation and positive responses. This community service program contributes to efforts to prevent teenage pregnancy and early marriage, and supports healthy premarital behaviors in accordance with recommendations from Indonesian national regulations.

Keywords: pregnancy prevention, reproductive health education, teenage brides-to-be, healthy behavior, premarital sex

Downloads

Published

2026-01-19

How to Cite

Cica Kusumadewi, N. L. (2026). Strategi Penyuluhan Pra-Nikah Berbasis Komunitas : Membangun Generasi Remaja Sadar Kesehatan Reproduksi. Jurnal Abdi Mahosada, 4(1), 20–30. https://doi.org/10.54107/abdimahosada.v4i1.446