UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN PEKERJA TERHADAP MANAJEMEN HIPERTENSI
DOI:
https://doi.org/10.54107/abdimahosada.v4i2.479Keywords:
edukasi, hipertensi, pekerja, tekanan darahAbstract
Kelompok pekerja, baik di sektor formal maupun informal wilayah perkotaan, memiliki risiko tinggi mengalami hipertensi akibat stres kerja, jam kerja panjang, gangguan pola tidur, gaya hidup sedentari, konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, serta rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat berdampak pada penurunan produktivitas kerja, peningkatan absensi, serta risiko terjadinya komplikasi kesehatan jangka panjang. Banjar Kertasari, Kelurahan Peguyangan, Denpasar, merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk usia produktif yang sebagian besar bekerja dan masih memiliki tingkat kesadaran rendah terhadap pengelolaan tekanan darah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat pekerja terhadap deteksi dini serta pengelolaan tekanan darah secara mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Agustus 2025 melalui pendidikan kesehatan tentang hipertensi, serta pemeriksaan tekanan darah dan glukosa darah secara individual. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki kadar glukosa darah dalam batas normal (≤126 mg/dl). Berdasarkan kategori tekanan darah, mayoritas peserta berada pada kategori prehipertensi (120–139/80–89 mmHg). Peserta dengan hasil tekanan darah di atas normal diberikan edukasi tambahan serta dianjurkan melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. Evaluasi efektivitas edukasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna, dengan rata-rata skor meningkat dari 56,4 ± 9,8 menjadi 82,1 ± 7,6. Proporsi peserta dengan tingkat pengetahuan baik juga meningkat secara signifikan setelah pemberian edukasi. Kegiatan ini efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap pencegahan dan pengendalian hipertensi, sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan produktivitas kerja.

