Deteksi Dini Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Lansia Melalui Pelayanan Kesehatan Terpadu Dalam Kegiatan Bakti Sosial Di Bank BPD Tabanan, Bali
DOI:
https://doi.org/10.54107/medikausada.v9i1.441Keywords:
Deteksi Dini, Konsultasi Kesehatan, Lansia, Penyakit Tidak Menular, Skrining KesehatanAbstract
Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi permasalahan kesehatan utama pada lansia dan sering tidak terdeteksi secara dini akibat keterbatasan akses pemeriksaan kesehatan rutin. Upaya skrining kesehatan berbasis komunitas menjadi salah satu strategi promotif dan preventif untuk mengidentifikasi risiko PTM sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan kesehatan serta pelaksanaan konsultasi dan edukasi kesehatan pada lansia melalui kegiatan bakti sosial di Bank BPD Tabanan, Bali.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Subjek penelitian berjumlah 53 lansia yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Instrumen penelitian meliputi pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta formulir konsultasi kesehatan. Data dikumpulkan selama kegiatan berlangsung dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan lansia dengan tekanan darah tinggi, kadar gula darah dan kolesterol di atas normal, serta peningkatan kadar asam urat, meskipun sebagian besar lansia sebelumnya tidak menyadari kondisi tersebut. Seluruh partisipan mendapatkan konsultasi dan edukasi kesehatan terkait hasil pemeriksaan, pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pentingnya pemantauan kesehatan rutin.
Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan dan konsultasi berbasis komunitas di luar fasilitas kesehatan formal efektif sebagai upaya deteksi dini PTM pada lansia. Kegiatan serupa disarankan untuk dikembangkan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor guna meningkatkan kualitas hidup lansia



